Manfaat Buah Belimbing Bagi Ibu Yang Sedang Hamil


Belimbing wuluh merupakan buah tropis yang banyak ditemukan di Asia, termasuk Indonesia. Buah berbentuk bintang ini memiliki rasa yang sedikit asam. Selain menyegarkan, belimbing juga memiliki nilai gizi yang baik untuk tubuh, termasuk untuk ibu hamil. Dapatkan gambaran lengkap tentang manfaat nutrisi, manfaat belimbing wuluh untuk ibu hamil dan potensi bahayanya berikut ini.

Manfaat buah belimbing untuk ibu hamil

Berdasarkan nilai gizi di atas, manfaat belimbing wuluh tentunya sangat bermanfaat bagi kesehatan, termasuk bagi ibu hamil. Jus belimbing untuk ibu hamil bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengonsumsi belimbing dan menuai manfaatnya. Meskipun makan buah masih merupakan cara terbaik.
Berikut beberapa manfaat belimbing wuluh untuk ibu hamil yang tidak boleh Anda lewatkan.

Kontrol Gula Darah

Belimbing merupakan buah dengan kandungan serat yang tinggi dan indeks glikemik yang rendah. Banyak serat diketahui secara perlahan meningkatkan penyerapan glukosa dalam darah. Artinya, kadar gula darah tidak akan naik tinggi setelah makan.

Sangat baik untuk menurunkan risiko diabetes bahkan mencegah komplikasi. Seperti diketahui, diabetes saat hamil merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang bisa terjadi. Kondisi ini berhubungan dengan diabetes gestasional.

Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Belimbing wuluh sudah lama dikenal sebagai salah satu buah untuk hipertensi. Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga merupakan salah satu masalah kehamilan yang paling umum. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan preeklamsia.

Mengonsumsi makanan yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi mungkin menjadi salah satu cara untuk mengontrol tekanan darah pada ibu hamil. Belimbing wuluh memiliki kandungan potasium atau potasium yang cukup tinggi. Kandungan tersebut menjadikan belimbing sebagai salah satu buah favorit untuk mengobati tekanan darah tinggi, termasuk ibu hamil.

Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Belimbing wuluh merupakan sumber vitamin C, beta-karoten dan antioksidan. Ketiganya diketahui dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh. Selain itu, selama kehamilan, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Untuk itu kita membutuhkan makanan yang dapat memperkuat sistem imun.

Mengatasi Infeksi dan Peradangan

Masih terkait dengan manfaat buah belimbing untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kandungan vitamin C dan antioksidan dalam buah belimbing juga mampu mengurangi stres oksidatif yang terjadi saat tubuh diserang infeksi atau peradangan. Kandungan ini dibutuhkan oleh tubuh selama masa penyembuhan terhadap infeksi atau peradangan.

Mengatasi Sembelit Saat Hamil

Sembelit selama kehamilan juga merupakan keluhan kesehatan yang umum. Itulah mengapa ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi serat untuk mengatasi sembelit yang terjadi. Buah belimbing mengandung serat larut dan tidak larut. Kedua jenis serat tersebut dibutuhkan untuk memperlancar buang air besar.

Kandungan Pada Buah Kiwi Sangat Baik Bagi Tubuh Kita


Kiwi sebenarnya adalah buah yang mirip dengan beri namun lebih besar. Buah ini berasal dari jenis tumbuhan merambat dari genus Actinidia. Kiwi berasal dari Cina, tetapi banyak ditanam di Selandia Baru. Bentuknya lonjong dan seukuran telur ayam. Kulitnya berwarna coklat kehijauan, berserat dan ditumbuhi bulu-bulu halus.

Kiwi memiliki rasa asam dan kuat, menjadikannya topping yang bagus untuk salad atau yogurt untuk sarapan dan makanan ringan. Kiwi mengandung beberapa vitamin dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Simak manfaat dan nutrisi buah kiwi berikut ini.

Beberapa Manfaat Dari Buah Kiwi

Manfaat buah kiwi bisa Anda dapatkan dengan cara langsung memakannya, membuat smoothies, menjadikannya sebagai topping yogurt atau es krim. Selain menjadi sumber serat dan vitamin C yang baik, kiwi juga kaya akan antioksidan.

Karena nilai gizinya yang bervariasi, buah kiwi baik untuk dikonsumsi oleh semua orang, termasuk ibu hamil. Apa saja manfaat buah kiwi untuk tubuh? Berikut adalah alasan untuk memasukkan kiwi ke dalam diet harian Anda.

Membantu Mencegah Risiko Anemia

Kiwi sendiri sebenarnya bukan sumber zat besi yang tinggi. Namun, salah satu “jagoan” buah kiwi adalah vitamin C. Nah, asam askorbat atau vitamin C berperan dalam memaksimalkan penyerapan zat besi dari makanan dan mencegah kekurangan nutrisi tersebut.

Mineral besi diperlukan tubuh untuk memproduksi sel darah merah, sehingga kekurangannya meningkatkan risiko anemia. Jadi secara tidak langsung, mengonsumsi kiwi dapat membantu Anda terhindar dari risiko anemia.

Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Buah kiwi juga dipercaya dapat merangsang pertumbuhan mikroorganisme baik dalam sistem pencernaan, yaitu lactobacilli dan bifidobacteria. Kiwi juga mengandung enzim proteolitik, yaitu actinidin, yang membantu memecah protein dalam sistem pencernaan.

Memperkuat Sistem Imun Tubuh

Manfaat buah kiwi yang satu ini erat kaitannya dengan kandungan vitamin C di dalamnya. Vitamin C diketahui mengandung antioksidan yang dapat memutus rantai radikal bebas dan melawan kerusakan yang ditimbulkannya.

Asam askorbat juga merupakan nutrisi penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, termasuk flu. Sekitar 180 gram kiwi dapat memenuhi kebutuhan vitamin C Anda dalam sehari.

Menurunkan Tekanan Darah

Penelitian menemukan bahwa senyawa bioaktif dalam 3 buah kiwi dapat membantu menurunkan tekanan darah. Artinya, orang yang sering konsumsi kiwi, akan terhindar dari penyakit yang menyerang jantung.

Kiwi juga mengandung potasium, yang dikenal karena kemampuannya menjaga fungsi dan kesehatan jantung. Mineral potasium membantu mengendurkan pembuluh darah sehingga sirkulasi menjadi lebih lancar dan tekanan darah stabil.