Ini Penyebab Dari Badan Bisa Merasa Menggigil Saat Dingin


Kali ini saya ingin membahas tentang masalah tubuh manusia. Pernahkah Anda mengalami cuaca dingin terutama saat cuaca musim dingin ditambah hujan lebat. Tubuh pasti akan banyak menggigil. Tahukah Anda mengapa tubuh kita bergetar dalam cuaca dingin?

Inilah Alasan Badan Bisa Menggigil Saat di Cuaca Dingin

Yuk simak penjelasannya di artikel berikut ini:

Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi tidak dapat ditoleransi atau diterima oleh tubuh manusia. Jika seseorang tidak mengenakan pakaian yang cukup tebal dan berada di luar ruangan dengan suhu udara di bawah minus 29 derajat, dia pasti akan membeku dan mati, ini karena tubuhnya kehilangan panas.

Jika suhu udara lebih rendah dari suhu tubuh, maka panas akan mengalir keluar dari tubuh kita, karena suhu tubuh normal adalah 37 derajat. Padahal, tubuh membutuhkan suhu udara yang sedang (berkisar antara 15-20 derajat) karena tubuh kita menghasilkan lebih banyak panas dari yang kita butuhkan dan harus dikeluarkan sebagian.

Ada kondisi yang sering kita kenal dengan istilah hipotermia/hipotermia, yaitu kondisi dimana suhu udara sangat rendah sehingga tubuh mengeluarkan terlalu banyak panas sehingga menyebabkan suhu tubuh turun.

Penurunan panas tubuh (bervariasi antara 1-2 derajat) dapat menyebabkan tubuh bergetar. Ini adalah salah satu upaya tubuh kita untuk menaikkan suhu tubuh melalui gerakan otot sendi. Lebih buruk lagi, penurunan suhu yang lebih drastis dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan bahkan kematian.

Kemudian kebalikan dari hipotermia adalah hipertermia atau hyperthermia, yaitu suatu kondisi dimana suhu udara luar dan faktor internal naik, seperti seseorang yang sedang demam.

Cara Mengurangi Perasaan Dingin di Tubuh

Bagi Anda yang ingin mengurangi perasaan dingin di tubuh saat cuaca dingin, bisa konsumsi makanan yang hangat di tubuh. Seperti konsumsi minuman jahe atau pun makan – makanan yang panas seperti dsging merah, seafood dan lainnya. Namun, jangan konsumsi terlalu banyak ya, karena bisa membahayakan kesehatan Anda juga loh

Sekian artikel yang bisa kami bagikan tentang kenapa tubuh kita bergetar saat kedinginan. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita semua. Yuk simak artikel lainnya yang tersedia di situs kami ini.

Kenali Terlebih Dahulu Penyakit Pengapuran Tulang Ini

Perubahan yang terjadi pada tubuh seiring bertambahnya usia memang sulit untuk dihindari, termasuk pengapuran tulang. Dalam istilah medis, pengapuran tulang disebut osteoarthritis. Pengapuran tulang tidak sama dengan pengapuran tulang, namun kerusakan yang terjadi pada area sendi akibat penggunaan jangka panjang. Oleh karena itu, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua, meskipun dapat terjadi pada orang yang lebih muda.

Apa itu pengapuran tulang?

Bayangkan sebuah sepatu favorit yang sangat sering Anda gunakan. Awalnya, sepatu itu nyaman dipakai. Namun, seiring waktu, sol sepatu akan menipis, meninggalkan alas yang lembut untuk menjaga kaki tetap di jalan. Hal ini tentu saja akan membuat kaki Anda sakit.
Hal yang sama berlaku untuk persendian, di mana dua tulang bertemu dan memungkinkan tulang bergerak bebas. Contoh sendi yang mudah dikenali adalah rahang, siku, dan lutut.
Sehingga saat tulang digerakan tidak terasa nyeri, terdapat bantalan tulang rawan diantara kedua tulang keras yang membentuk persendian. Seiring bertambahnya usia, persendian di tubuh otomatis lebih sering digunakan.

Seiring waktu, tulang rawan yang melindungi persendian bisa aus, seperti sol sepatu. Akibatnya benturan antara kedua tulang keras tersebut semakin terasa dan menimbulkan rasa nyeri, kaku dan gejala lainnya.

Kenali penyebab pengapuran tulang

Penyebab utama pengapuran tulang adalah penipisan tulang rawan yang merupakan “bantalan” sendi. Selain kerusakan tulang rawan, pengapuran tulang juga dapat menyebabkan kerusakan pada sendi, serta jaringan ikat dan otot di sekitar sendi.
Selain faktor usia, ada beberapa faktor lain yang membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena kondisi ini, yaitu:

Gemuk

Semakin berat Anda, semakin besar risiko Anda terkena kondisi ini. Karena sendi harus bekerja lebih keras untuk bekerja, membuat mereka lebih rentan terhadap kerusakan.

Cedera sendi

Cedera sendi yang disebabkan oleh kecelakaan atau selama olahraga meningkatkan risiko pengembangan kalsifikasi tulang.

Tekanan berlebihan

Bahkan jika Anda tidak tua, jika pekerjaan Anda membutuhkan gerakan terus menerus yang memberikan tekanan yang tidak semestinya pada sendi tertentu, risiko kalsifikasi Anda juga meningkat.

Gen

Meskipun mekanisme pastinya tidak diketahui, beberapa orang cenderung lebih rentan terhadap kalsifikasi bahkan tanpa faktor risiko.

Kelainan tulang

Malformasi atau kelainan sendi yang terjadi pada tulang rawan juga dapat menyebabkan pengapuran tulang.

Riwayat penyakit

Biasanya pengapuran berhubungan dengan penyakit lainnya seperti para penderita diabetes. Ini bisa menjadi penyebab utama orang mengalami pengapuran.

Anak Terkena Diabetes ? Lakukan Ini Untuk Merawatnya


Tidak seperti orang dewasa dengan diabetes tipe 1, anak-anak dengan ketidakseimbangan gula darah sebenarnya membutuhkan perawatan rutin. Oleh karena itu, sangat penting untuk memantau kadar gula darah pada anak yang diketahui mengidap diabetes tipe 1. Selain itu, ada juga beberapa hal yang perlu dilakukan terkait pengobatan, yaitu:

Periksa kesehatan atau kadar gula anak

Periksa kadar gula si kecil beberapa kali sehari, sebelum atau sesudah si kecil melakukan aktivitas seperti makan atau berolahraga. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aktivitas atau makanan tertentu terhadap kadar gula darah si kecil.

Berikan anak-anak suntikan insulin secara teratur

Lakukan penyuntikan insulin ini dengan hati-hati dan jelaskan pada si kecil bahwa insulin yang disuntikkan tetap harus diberikan meski terkadang ia takut jarum suntik dan juga marah saat mendapat suntikan ini.

Konsumsi makanan dengan gizi seimbang

Biasakan si kecil mengonsumsi makanan seimbang dan utamakan berapa banyak dan jenis sumber karbohidrat apa yang harus dikonsumsi anak Anda.

Biasakan anak olahraga

Juga, biarkan si kecil berolahraga atau berolahraga secara teratur karena olahraga teratur dapat membantu tubuhnya menjaga kadar gula darah. Lakukan pemeriksaan secara rutin agar komplikasi penyakit ini dapat terdeteksi dan dicegah.

Perhatikan Kondisi Psikologis Anak Diabetes

Penting juga untuk memperhatikan kondisi psikologis anak. Karena banyak yang bertanya-tanya apakah seorang anak dengan diabetes tipe 1 dapat hidup normal seperti anak-anak lain seusianya? Adanya berbagai disabilitas yang dimiliki anak dapat sangat mempengaruhi psikologinya, sehingga memberikan perhatian lebih sangat penting. Dengan cara ini, anak juga dapat dengan nyaman menjalani proses pengobatan tanpa merasa terbebani.

Namun, hal ini harus didukung oleh semua pihak, orang tua, teman dan orang lain di sekitar anak. Bahkan jika anak menggunakan babysitter. Dukungan sekecil apa pun untuk anak dapat membuat anak lebih bersemangat dan akan sangat berarti baginya.

Intinya sebagai orang tua, harus selalu memperhatikan kesehatan anak Anda dengan mengatur pola makannya. Tidak ada lagi yang bisa mengontrol anak Anda kecuali orang tuanya sendiri.

Tips Menjaga Kesehatan Anak Pada Saat Musih Hujan


Musim hujan telah tiba. Di satu sisi, hal ini membawa kesenangan tersendiri karena udara sudah tidak terasa lagi. Tapi bukan berarti kita bisa lengah dan larut dalam kebahagiaan itu lho, Bunda.

Hal ini dikarenakan musim hujan memiliki beberapa potensi penyakit. Salah satunya adalah pilek. Jangan biarkan bayi Anda masuk angin. Jadi alih-alih membawa keberuntungan, saya menyesali kehadiran hujan.

Menurut penelitian, virus flu memang berkembang biak selama musim hujan. Jadi jika tidak mendesak, jangan biarkan si kecil nongkrong di udara musim dingin karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Dan biarkan dia bermain di tengah hujan. Semuanya demi kesehatan anak.

Berikut beberapa tips kesehatan untuk anak yang bisa Anda praktikkan saat musim hujan. Untuk menjauhkan mereka dari flu:

Makan buah dan sayur

Konsumsi kedua bahan ini secara signifikan akan meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Dengan cara ini, flu dan pilek dapat dicegah selama musim hujan. Salah satu buah yang bisa Anda pilih adalah lemon atau jeruk. Kandungan vitamin C pada kedua buah ini dapat meningkatkan stamina.

Cukup tidur

Kurang tidur menyebabkan organ tubuh tidak berfungsi secara maksimal, salah satunya saat diperlukan untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri. Jadi biasakan untuk mendapatkan tidur yang teratur agar anak tetap sehat dan terhindar dari flu, terutama di musim hujan.

Jauhi orang flu

Jika ada anggota keluarga yang terkena flu, minta mereka untuk tidak mendekati bayinya, bahkan di ruangan yang sama. Hanya sebentar, sampai flunya sembuh.

Pelajari cara mencuci tangan dengan benar

Virus ini bisa menular melalui sentuhan fisik. Salah satu kontak yang paling umum adalah jabat tangan. Jadi, agar si kecil tidak tertular virus, ajari dia untuk rutin mencuci tangan.

Pilih pakaian yang tebal

Jika anak Anda terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan, pilihkan pakaian hangat untuknya. Ini agar mereka tidak kedinginan, sehingga kesehatan anak tetap terjaga.

Nah, itulah beberapa tips kesehatan musim hujan yang bisa Anda terapkan pada buah hati Anda. Semoga berhasil.

Beberapa Cara Agar Anak Menjadi Rajin Olahraga


Manfaat olahraga bagi anak sangat banyak. Diantaranya adalah meningkatkan kesehatan tubuh dan kekuatan tulang, menjaga kesehatan jantung, mencegah obesitas, melatih kekuatan otot dan koordinasi otak, bahkan meningkatkan fungsi kognitif dan memori anak. Padahal, manfaat olahraga juga berkaitan dengan kesehatan mental anak. Misalnya, mengurangi stres, mencegah depresi, meningkatkan rasa percaya diri dan membuat mood anak jadi bahagia. Pedoman WHO menyatakan bahwa anak-anak harus mendapatkan setidaknya 30-60 menit aktivitas fisik sedang hingga berat setiap hari.

Karena manfaat olahraga yang disebutkan di atas, anak-anak harus tetap aktif dan berolahraga selama di rumah seperti sekarang. Para peneliti di University of Strathclyde menyarankan bahwa aktivitas fisik di rumah adalah bagian dari rutinitas anak. Nah, olahraga anak seperti apa yang bisa dilakukan anak-anak di rumah? Lihat penjelasannya di bawah ini.

Olahraga di Taman

Jika rumah Anda memiliki taman, Anda dapat menggunakan ruang terbuka untuk berlatih berbagai jenis olahraga anak. Misalnya, permainan bola, berburu, senam, dan sebagainya. Berolahraga di luar, terutama di pagi hari, juga dapat mengaktifkan vitamin D dengan bantuan sinar matahari, yang mendukung sistem kekebalan anak.

Pelatihan Melalui Video Aplikasi

Ada banyak video olahraga di internet untuk diikuti anak Anda. Pilihannya bervariasi agar anak tidak bosan dan biasanya diiringi musik ceria yang membuat anak lebih semangat. Moms tinggal cari video olahraga yang sesuai dengan usia anak. Untuk membuatnya lebih menyenangkan, Anda juga bisa berolahraga bersama anak-anak Anda.

Yoga Anak

Yoga adalah salah satu bentuk olahraga yang bisa Anda lakukan dengan mudah di rumah. Manfaat yoga untuk anak antara lain belajar mengatur pernapasan, melatih koordinasi, melatih peregangan, keseimbangan, melatih otot dan membuat Anda merasa lebih rileks.

Lomba di Akhir Pekan

Daripada pergi keluar di akhir pekan, Anda bisa bermain di rumah bersama seluruh keluarga. Pilih kegiatan yang mendorong anak untuk bergerak sehingga mereka dapat bermain dan bergerak pada saat yang bersamaan. Tidak hanya anak-anak, ibu dan ayah akan aktif bergerak dan berkeringat setelah permainan selesai. Bagus bukan?